Paquito

rani's picture

A last minute decision, I went to Esplanade to watch Paquito D'Rivera with New York Voices as part of the Mosaic Festival. This decision only arrived 45 minutes before the show started, and I was lucky to get a taxi that rushed there.

No regret, it was truly an amazing show with great mastery of vocal+sax/clarinet music.

Quoted here is my full review which managed to get into Wartajazz.

PAQUITO D'RIVERA & NEW YORK VOICES DI MOSAIC MUSIC FESTIVAL 2006

Paquito D'Rivera bersama New York Voices tampil untuk pertamakalinya di Singapura dalam rangka Mosaic Music Festival Esplanade 2006. Konser mereka ini bertema "Brazilian Dreams", sesuai dengan judul album kolaborasi mereka yang dirilis tahun 2001. Paquito adalah komposer dan pemain sax + klarinet asal Kuba, sementara New York Voices adalah grup vokal yang sudah memenangkan Grammy Awards semenjak terbentuk tahun 1987.

Paquito ternyata sangat humoris dan ia dapat berinteraksi dengan baik dengan penonton melalui humor-humornya. Di awal konser ini dia bercerita mengenai kecintaanya pada musik kuartet vokal, yang berawal dari mendengarkan radio WQAM di Miami yang banyak berisi lagu jingle dan iklan dari kuartet vokal. Tiba-tiba terdengar suara jingle radio tersebut dari speaker, dan dari balik layar muncullah New York Voices yang ternyata menyanyikan jingle tersebut. Paquito melanjutkan dengan menceritakan awal mula kecintaannya akan musik Brazil melalui lagu-lagu Jobim, dan ia kemudian bermimpi untuk menggubah lagu-lagu Jobim ke dalam kuartet vokal. Mimpi tersebut menjadi kenyataan dengan kolaborasinya dengan New York Voices, yang juga sangat mencintai musik Brazil.

Konser ini memainkan banyak lagu dari album "Brazilian Dreams" tersebut. Dalam lagu medley Manha de Carnaval / Gentle Rain, Peter Elderidge memainkan piano sembari bernyanyi bersama New York Voices. Kemudian Desafinado karya Jobim juga dimainkan, di mana Paquito memainkan klarinet. Mereka juga memainkan dari album ini Modinho dan Meu Amigo, dua karya Jobim yang meski kurang terkenal namun sangat menunjukkan musikalitas Jobim melalui acapella New York Voices. Konser ini sendiri ditutup dengan kelakar Paquito mengenai cuaca Singapura yang tidak bersalju dan dilanjutkan dengan memainkan Snow Samba dari album yang sama. Darmon Meader, pemimpin New York Voices menunjukan kemahirannya dengan memainkan saxophone berduet dengan Paquito, dan juga dengan kemampuannya melakukan scatting. Sementara produser album Jay Ashby turut berpartisipasi dengan memainkan trombone dan perkusi.

Meskipun bertema Brazil, konser ini cukup kental diwarnai dengan nuansa kontrapuntal khas fuga dari musik klasik era barok. Terbukti dengan dimainkannya lagu Baroque Samba dari album lama New York Voices yang merupakan nomor pembuka konser ini pula. Selain itu lagi Meu Amigo karya Antonio Carlos Jobim sangat terasa nuansa kontrapuntal khas barok, menuntut New York Voices memainkan lagu ini selayaknya orkestra barok sementara Paquito memimpin lagu dengan klarinetnya. Lantas, dalam lagu di sela-sela lagu "One for Tom" karya Paquito D'Rivera yang berirama samba, pianis Dario Azkenazi menyelipkan Prelude dari Welltempered Clavier karya Johann Sebastian Bach, seorang komposer era barok.

Selain lagu dari album "Brazilian Dreams", Paquito dan NYV juga memainkan lagu lain seperti Sweet Gift of Samba karya Ivan Linz, sebuah lagu samba dari John Coltrane, dan setelah "standing ovation", mereka juga lagu yang berjudul "Streets of Santiago" sebagai encore.

Secara keseluruhan, konser ini sangat rapi dalam menampilkan interpretasi musisi Amerika mengenai musik Brazil, dan tentunya dalam nuansa segar vokal kuartet dan alat musik woodwinds. Barangkali, agak terlalu rapi sehingga nuansa musik tradisional Brazil yang "perkusif, bebas dan serampangan" hilang melalui interpretasi ini. Namun demikian, Paquito dan New York Voices layak menuai "standing ovation" dari hadirin konser melalui musikalitas mereka.

Kontributor: Meutia Chaerani, Singapura (*/WartaJazz.com)

Comments

wah! beruntung sekali!

So it was LAST MINUTE decision? KEREEN....bisa dapet tiket,
Aku beli tiket dari 2 minggu sebelumnya,itu juga dapet bangku samping (untung masih circle 1). Sebenernya lebih tertarik nonton NYV karena nge-fans dari sejak SMP.

bertieAlia

Re: Paquito

[quote=rani]A last minute decision, I went to Esplanade to watch Paquito D'Rivera with New York Voices as part of the Mosaic Festival. This decision only arrived 45 minutes before the show started, and I was lucky to get a taxi that rushed there.

No regret, it was truly an amazing show with great mastery of vocal+sax/clarinet music.

Quoted here is my full review which managed to get into Wartajazz.

PAQUITO D'RIVERA & NEW YORK VOICES DI MOSAIC MUSIC FESTIVAL 2006

Paquito D'Rivera bersama New York Voices tampil untuk pertamakalinya di Singapura dalam rangka Mosaic Music Festival Esplanade 2006. Konser mereka ini bertema "Brazilian Dreams", sesuai dengan judul album kolaborasi mereka yang dirilis tahun 2001. Paquito adalah komposer dan pemain sax + klarinet asal Kuba, sementara New York Voices adalah grup vokal yang sudah memenangkan Grammy Awards semenjak terbentuk tahun 1987.

Paquito ternyata sangat humoris dan ia dapat berinteraksi dengan baik dengan penonton melalui humor-humornya. Di awal konser ini dia bercerita mengenai kecintaanya pada musik kuartet vokal, yang berawal dari mendengarkan radio WQAM di Miami yang banyak berisi lagu jingle dan iklan dari kuartet vokal. Tiba-tiba terdengar suara jingle radio tersebut dari speaker, dan dari balik layar muncullah New York Voices yang ternyata menyanyikan jingle tersebut. Paquito melanjutkan dengan menceritakan awal mula kecintaannya akan musik Brazil melalui lagu-lagu Jobim, dan ia kemudian bermimpi untuk menggubah lagu-lagu Jobim ke dalam kuartet vokal. Mimpi tersebut menjadi kenyataan dengan kolaborasinya dengan New York Voices, yang juga sangat mencintai musik Brazil.

Konser ini memainkan banyak lagu dari album "Brazilian Dreams" tersebut. Dalam lagu medley Manha de Carnaval / Gentle Rain, Peter Elderidge memainkan piano sembari bernyanyi bersama New York Voices. Kemudian Desafinado karya Jobim juga dimainkan, di mana Paquito memainkan klarinet. Mereka juga memainkan dari album ini Modinho dan Meu Amigo, dua karya Jobim yang meski kurang terkenal namun sangat menunjukkan musikalitas Jobim melalui acapella New York Voices. Konser ini sendiri ditutup dengan kelakar Paquito mengenai cuaca Singapura yang tidak bersalju dan dilanjutkan dengan memainkan Snow Samba dari album yang sama. Darmon Meader, pemimpin New York Voices menunjukan kemahirannya dengan memainkan saxophone berduet dengan Paquito, dan juga dengan kemampuannya melakukan scatting. Sementara produser album Jay Ashby turut berpartisipasi dengan memainkan trombone dan perkusi.

Meskipun bertema Brazil, konser ini cukup kental diwarnai dengan nuansa kontrapuntal khas fuga dari musik klasik era barok. Terbukti dengan dimainkannya lagu Baroque Samba dari album lama New York Voices yang merupakan nomor pembuka konser ini pula. Selain itu lagi Meu Amigo karya Antonio Carlos Jobim sangat terasa nuansa kontrapuntal khas barok, menuntut New York Voices memainkan lagu ini selayaknya orkestra barok sementara Paquito memimpin lagu dengan klarinetnya. Lantas, dalam lagu di sela-sela lagu "One for Tom" karya Paquito D'Rivera yang berirama samba, pianis Dario Azkenazi menyelipkan Prelude dari Welltempered Clavier karya Johann Sebastian Bach, seorang komposer era barok.

Selain lagu dari album "Brazilian Dreams", Paquito dan NYV juga memainkan lagu lain seperti Sweet Gift of Samba karya Ivan Linz, sebuah lagu samba dari John Coltrane, dan setelah "standing ovation", mereka juga lagu yang berjudul "Streets of Santiago" sebagai encore.

Secara keseluruhan, konser ini sangat rapi dalam menampilkan interpretasi musisi Amerika mengenai musik Brazil, dan tentunya dalam nuansa segar vokal kuartet dan alat musik woodwinds. Barangkali, agak terlalu rapi sehingga nuansa musik tradisional Brazil yang "perkusif, bebas dan serampangan" hilang melalui interpretasi ini. Namun demikian, Paquito dan New York Voices layak menuai "standing ovation" dari hadirin konser melalui musikalitas mereka.

Kontributor: Meutia Chaerani, Singapura (*/WartaJazz.com)[/quote]

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.