4 Aug - Wikimania Day 1

rani's picture

We woke up rather late, at about 7am because we slept late the night before. I put the laundry from the previous night into the dryer and continued to have breakfast: fried rice brought from the Nine Tastes. Again, Noe was eating a lot of fried rice, food that he missed a lot while in the US.

At 8am, we dressed up for the day and we went to the Childcare room in the dorm. Florence is already there and we both waited for Emily (the baby sitter) to come. Florence went out to Harkness Commons get muffins for her breakfast and she gave one muffin for Noe. Emily was late because there was disruption of the train service. I had to rush to the conference and I had to leave Noe without enough time for him to get use to Emily, to have a slow transition to the baby sitter. He ended up crying for full 40 minutes when I left the childcare room. Poor thing. Emily is a really lovely and a kind girl, I wish I had more time for Noe to get to know her better.

I went back every break and lunch time and everytime Noe saw me, he cried and became very clingy. I guess it was too much expecting him to be well adjusted to the new environment and being strong enough to be left alone with the new baby sitter.

At 17.20 I went back quickly because I was totally sleepy. I almost fell asleep in the Seminar room. We had a long sleep until the next day early morning.

For the wikimania session I will write in Indonesian because there is already a lot of english blogs writing about it. In summary, on the 4th of August I attended the following sessions:

  • Plenary by Jimbo Wales
  • Judith Donath: Identity, Anonymity, and the Wiki
  • Cathy Ma: Trust and Wikipedia
  • Plenary by Lawrence Lessig: The Ethics of the Free Culture Movements
  • Lodewijk Gelauff: Localization, on a global project?
  • Wiki Projects: WikiHow, WikiTravel, Diplopedia (Jack Herrick, Evan Podromou, Chris Bronk)

Plenary by Jimbo Wales

Pidato Jimbo Wales pada dasarnya adalah rangkuman pencapaian dan berita mengenai Wikipedia dalam beberapa bulan terakhir ini. Wales membuka konferensi Wikimania2006 dengan siaran video The Colbert Report yang membuat lelucon mengenai Wikipedia. Colbert berkilah mengenai istilah "Wikiality" (wikipedia+reality), yaitu bahwa klaim dalam artikel Wikipedia dapat membuat sesuatu hal menjadi "fakta" apabila cukup banyak orang setuju dengan artikel tersebut.

Wales kemudian menunjukkan tujuan Wikipedia yaitu, "Saat setiap manusia mendapatkan akses bebas untuk seluruh pengetahuan". Lantas ia juga menunjukkan beberapa pencapaian Wikipedia, seperti saat Wikipedia Bahasa Inggris mencapai sejuta artikel. Sebuah riset dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa Brittanica memiliki rata-rata tiga kesalahan per artikel, sementara Wikipedia memiliki rata-rata empat kesalahan, yang mana merupakan pencapaian yang lumayan. Namun, Wikipedia tidak boleh berhenti memperbaiki diri, dan sudah saatnya bergerak dari sekedar memperbanyak jumlah artikel, menuju perbaikan kualitas artikel (termasuk gaya penulisan yang enak dibaca) - khususnya untuk Wikipedia berbahasa Inggris.

Namun dia juga menunjukan banyak kendala yang dihadapi, seperti kesulitan mendapatkan bantuan dana dari organisasi besar, karena wikipedia kurang jelas struktur organisasinya. Karenanya, Yayasan Wikimedia didirikan dan baru-baru ini merekrut seorang CEO interim yaitu Brad Patrick.

Sementara itu, Wikia (perusahaan for-profit milik Wales yang memberikan hosting gratis Wiki) akan memberi dukungan kepada Wikipedia dari segi keuangan maupun teknis. Beberapa teknisi peranti lunak yang direkrut Wikia akan melakukan banyak perbaikan pada peranti lunak MediaWiki.

Kemudian Wales mengumumkan beberapa inisiatif yang diluncurkan oleh komunitas Wiki:

  • Dimasukkannya Wikipedia ke dalam proyek Satu Komputer Satu Anak (One Laptop Per Child), dan diharapkan juga akan membantu memperbanyak artikel dalam bahasa-bahasa negara berkembang
  • Wikiversity yang mengandung kurikulum, bahan pelajaran, berbagai bahan pelatihan, sebagai plaftorm untuk komunitas pendidikan
  • Wikiwyg dan SocialText - antarmuka wysiwyg yang akan membuat Wiki lebih mudah digunakan oleh orang awam. Hal ini untuk memecahkan masalah bahwa banyak orang kesulitan untuk berpartisipasi menyunting artikel Wiki karena Wiki Markup language terlalu sulit untuk dipelajari.
  • Eksperimen dengan "versi stabil", di mana artikel yang mencapai kualitas baik akan ditampilkan di muka sementara penyuntingan lebih akan dilakukan di belakang layar.
  • WiktionaryZ - mengintegrasikan Wiktionary antar berbagai bahasa, untuk memberi gambaran yang lebih menyeluruh

Sebagai tantangan selanjutnya, Wikipedia kurang berbuat banyak untuk bahasa negara berkembang. Wales menyarankan untuk melakukan penggalangan dana agar dapat merekrut beberapa staf sebagai koordinator bahasa negara berkembang, yang ditugaskan untuk bertemu dengan para kontributor dan melatih mereka. Selain itu, Wikipedia harus bekerjasama dengan para pendidik yang bergerak memberikan pendidikan secara gratis / bebas, karena mereka sulit mendapatkan bahan untuk pendidikan. Contohnya adalah Cida City Campus yang didirikan oleh Taddy Blecher. Wikipedia sangatlah potensial untuk hal ini karena biaya komunikasi akan menjadi lebih murah dan lebih mudah.

Sebagai penutup, Wales mengulang mempresentasikan "Sepuluh Hal yang Mesti Bebas" dan menunjukkan bahwa beberapa hal sudah mulai tercapai, seperti ensiklopedia dan kamus.

Judith Donath: Identity, Anonymity, and the Wiki

 

Donath adalah salah seorang direktur dari MIT Media Lab dan fokus penelitiannya adalah sisi sosial dari komputer dan internet. Dalam presentasinya Donath menyampaikan pendekatan identitas dalam lingkungan kerjasama wiki, dan bagaimana menciptakan berbagai pilihan pendekatan identitas untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan manusia. Saat ini, identitas seperti direpresentasikan dalam internet tidak mencerminkan kenyataan sosial, dinamika interaksi soal di internet sangatlah berbeda dengan dunia nyata. Pada dunia offline, seseorang harus masuk menjadi anggota sebuah komunitas untuk mendapatkan akses informasi. Sekarang ini, hubungan dengan orang lain untuk mendapatkan informasi tidaklah penting karena informasi sudah tersedia secara bebas. Ia melanjutkan bahwa yang kurang dari wiki adalah tidak tercerminnya pengarang (authorship) dalam penulisan sebuah artikel. Berbeda dengan buku, yang memiliki hubungan dengan pengarangnya. Donath melanjutkan dengan menunjukkan motivasi seseorang dalam berpartisipasi di internet, yaitu untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Barangkali inilah kecenderungan alami seorang manusia sebagai makhluk sosial. Saat ini ada dua jenis "kemahsyuran" yang tidak pernah terjadi sebelumnya: Yang pertama adalah kemashyuran lewat media seperti Reality TV. Yang kedua adalah kemahsyuran melalui kreativitas kolektif seperti halnya wiki. Keduanya adalah didasari kebutuhan untuk mendapatkan perhatian orang lain. Namun kompetisi untuk itu akan dimenangkan oleh seseorang yang jujur dan memiliki reputasi. Menurut Donath, dalam dunia internet, "pseudonimitas" lebih memiliki reputasi dan lebih terpercaya dibanding anonimitas. Reputasi dan "trust" dalam lingkup sosial internet terbangun dari itu.

Topik ini memang cukup berat, teoretis dan kurang di'bumi'kan dengan contoh-contoh konkrit. Meski demikian, masalah seperti anonimitas dan 'trust' memang menarik untuk ditelaah.

Cathy Ma: Trust and Wikipedia

 

Ma yang baru saja lulus S2 di Universitas Hongkong mengkaitkan gerakan Wiki dengan munculnya "social capital online". Wikipedia dalam hal ini lebih merupakan produksi "trust" antar anggotanya, dan bukan sekedar sumbangan artikel semata. "Trust" terhadap seseorang dalam wikipedia dibangun oleh komunitasnya akibat partisipasi aktif orang tersebut. Apabila seseorang itu terpercaya, ia akan menerima penghargaan. Dan apabila tidak, ia akan dicekal. Yang penting, mengutip Fukuyama, adalah kejujuran dan kerjasama yang didasari oleh kesamaan norma. Karena itu, keunggulan wikipedia adalah transparansi dari aturan-aturan yang ada, dan juga, aturan-aturan tersebut dapat dimodifikasi oleh komunitasnya, namun, konsistensi aturan tersebut tetap harus dijaga.

Acara dilanjutkan dengan makan siang, dimana saya berjumpa dengan Eko: peserta Wikimania dari Indonesia lainnya yang juga mahasiswa Master di Northeastern University, lantas Von: mahasiswa PhD kanada yang juga ahli perpustakaan dari Filipina, Harry: seorang programer asal Massachusetts. Kita berdiskusi mengenai Indonesia dan juga mengenai pendidikan.

Alexis Rondeau: Semapedia.org

 

Alexis Rondeau mendemonstrasikan bagaimana Semapedia bekerja. Pada dasarnya, semapedia bekerja dengan meletakkan "barcode" pada lokasi tertentu. Barcode ini berhubungan dengan URL Wikipedia mengenai lokasi tersebut. Dengan menggunakan software Datamatrix reader pada telepon genggam yang memiliki kamera, semua orang akan dapat membaca barcode dan artikel wikipedia yang bersangkutan dalam telepon genggam masing-masing.

Dalam sesi diskusi, seorang hadirin menyarankan untuk menggunakan RFID daripada barcode cetak, karena barcode cetak dapat rusak oleh umur atau oleh orang iseng.

Plenary by Lawrence Lessig: The Ethics of the Free Culture Movements

 

Lessig adalah profesor Stanford University yang meluncurkan konsep Creative Commons dan pengarang buku "Free Culture". Dalam pidatonya, Lessig menggunakan presentasi visual yang disinkronisasikan dengan pidato tersebut, menciptakan efek yang 'nendang'. Menurut Lessig, saat ini dunia bergerak dari budaya "hak cipta" (copyright culture/read only culture) menuju budaya "tulis ulang" (rewrite culture).

Dengan budaya "tulis ulang" konsumen tidak hanya sekedar pemirsa, tetapi juga peserta aktif. Sekarang, semua orang dapat menayangkan musik, video, membuat tulisan, dan me-remix musik, video, atau mengomentari tulisan orang lain.

Lessig banyak mengutip Yochai Benkler, yang menulis buku "The Wealth of Networks". Menurut Lessig, buku ini adalah yang terpenting dalam abad ke 21. Bagus lah, karena besok Benkler akan menjadi pembicara juga.

Budaya ini akan memberdayakan manusia melalui internet. Budaya lama yang memperlakukan karya sebagai hak milik sudah ketinggalan jaman dan membatasi produktifitas manusia. Terbukti dengan sulitnya interoperabilitas pada komputer-komputer jaman dahulu (yang diistilahkan oleh Lessig sebagai "Autistic Computing"). Saat ini, trendnya adalah interoperabilitas dan standard bebas (Interoperability and Free Standard).

Namun, untuk mendukung keterbukaan informasi perlu adanya dasar hukum. Karena itu Creative Commons diciptakan untuk melindungi Budaya Bebas. Sayangnya Creative Commons Licence belum ada di Indonesia

Lodewijk Gelauff and Ethan Zuckerman: Localization, on a global project? (Discussion)

Masalah melokalisasikan (menerjemahkan dan menambahkan informasi lokal) artikel wikipedia tidaklah semudah yang dikira. Dalam proses penerjemahan, banyak informasi yang hilang. Selain itu, ada bias yang timbul karena perbedaan budaya dalam perbedaan bahasa tersebut. Selain itu, kebijakan wikipedia dipersepsikan berbeda oleh berbagai budaya.

Sesi diskusi ini mengungkapkan banyak pertanyaan dan masalah yang berkaitan dengan "localization". Namun dengan waktu yang pendek, tidak banyak kesepakatan dicapai atau masalah terjawab.

Salah seorang peserta diskusi bersikeras bahwa artikel yang dibuat pertamakali dalam wikipedia haruslah sudah cukup mendalam dan dalam kondisi yang cukup komprehensif. Namun banyak peserta lain yang tidak setuju dengan dia karena esensi wiki adalah tidak mesti dimulai dengan sempurna karena orang lain akan membantu memperkaya sebuah artikel.
Wiki Projects: WikiHow, WikiTravel, Diplopedia (Jack Herrick, Evan Prodromou, Chris Bronk)

 

Sesi berikutnya adalah mengenai tiga proyek Wiki yang sangat menarik. Sayangnya saya terserang penyakit ngantuk yang sangat sangat parah sehingga sulit berkonsentrasi untuk mengikuti diskusi yang dimoderasi oleh Angela Beesley ini.

Jack Herrick membuka sesi ini dengan presentasi mengenai WikiHow, yaitu wiki yang berisi cara-cara melakukan sesuatu. WikiHow bermula dari website EHow, yang tidak menggunakan partisipasi pembaca. Dengan wiki, semua orang dapat menyumbangkan artikel How-To. Menurut Herrick, kunci dalam menciptakan komunitas adalah untuk mendirikannya pelan-pelan supaya akarnya kuat. Apabila sebuah komunitas didirikan dengan terlalu terburu-buru, akarnya akan lemah. Komunitas adalah inti dari sebuah wiki.

Evan Prodromou mempresentasikan WikiTravel, yang dimaksudkan untuk membuat panduan perjalanan online untuk bisa dibaca oleh PDA dan cetak. Ia menyarankan untuk menggunakan berbagai template untuk membantu mengorganisasikan isi wiki tersebut. Selain itu, Evan mengatakan bahwa kompetisi beberapa wiki tidaklah produktif untuk komunitas, sehingga "merger" dilakukan antara beberapa wiki panduan perjalanan.

Chris Bronk mempresentasikan Diplopedia yang diperuntukkan sebagai pusat informasi internal untuk para diplomat amerika. Kendala yang dihadapi adalah karena para diplomat berpindah tugas setiap beberapa tahun, sehingga selalu harus mempelajari sesuatu di tempat baru dari nol. Wiki ini membantu para diplomat dari departemen luar negeri Amerika Serikat.

Hari itu ditutup dengan pesta ulang tahun Jimbo Wales dan Angela Beesley, tapi saya terlalu ngantuk untuk tinggal lebih lama lagi dan memilih untuk segera pulang ke dorm.

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.