5 Aug - Wikimania Day 2

rani's picture

Noe and I woke up very early in the morning, like 3.30am, because we went to bed quite early the previous day.

 

We decided to take a stroll around Harvard campus from six am in the morning. We went along the west side of Harvard Campus and into the Harvard Yard, exit to the edge of Harvard square and entering the campus again from the south side.

                     

I let Noe walk by himself from then on, and he had a great time chasing squirrels and discovered the joy of playing with puddles. He ran up and down Harvard library's massive staircases, and chase up birds.

                     

I then took him for breakfast at Pound Hall where he got to know a nice lady who works for the catering service. Then I took him to the baby sitter and he cried again. But I had to go for sessions. I will write about the sessions further down in this blog entry.

After the conference that day, I took Noe to Cambridge Commons playground where he played with sands and other kids. I then took him to Harvard Square to get dinner, but the closest place from the dorm is Finnagle-A-Bagle which serves overpriced bagel of mediocre quality. It took them half an hour to cook bagel with omelet, and they even forget the bagel! So I had to walk back from Cambridge Commons to their shop just to get the Bagel. What a service.

After dinner I put Noe to bed and left him with Emily, the baby sitter. Then I continued to get a bus to MIT Museum for Wikimania Party. On the way, I met a Wikipedian from Tanzania and we had a chat about wikipedia situation in our respective countries. Then I met Carissa, a Harvard Law School PhD student from Taiwan who was taking a same bus as me. We had a discussion about women's issues and family friendly policy. She thinks that although the west (i.e. American) seems to be more friendly towards family, it is not based on true family values but more on feminism and that men unwillingness to be perceived as sexist (if they forbid mothers with babies to participate in meetings, that is sexist).

The Wikimania party was cool, but not that many people attending. Out of 400 participants, perhaps only 100 attended this party.

For the wikimania session I will write in Indonesian because there is already a lot of english blogs writing about it. In summary, on the 5th of August I attended the following sessions:

  • Yochai Benkler: The Wealth of Networks
  • Rishab Ghosh: 200 Years of Collaborative Ownership
  • Brewster Kahle: Universal Access to All Knowledge
  • Lightning Talks
  • Michael Eisen: Open Academic Publishing
  • Jenny Preece: Community, Social Interaction, and Wikipedia
  • Wikis in the News (Discussion)

Yochai Benkler: The Wealth of Networks

 
 

Dalam pidatonya, Benkler meringkas isi bukunya dalam 30 menit, membagi presentasinya dalam aspek ekonomi dan politik/media massa.

Saat ini terjadi transformasi ekonomi sebagai akibat dari revolusi teknologi informasi. Dalam Ekonomi Jaringan Informasi (Networked Information Economy), kapital terdesentralisasi secara radikal. Menurut Benkler, saat ini mekanisme produksi berubah menjadi "commons based production" (produksi keroyokan) yang memiliki sifat "production without exclusion", dan ini akan menjadi trend untuk masa depan. Ia lantas membandingkan bahwa komputer tercepat buatan korporat (contohnya IBM Blue Gene) sudah terkalahkan dengan jaringan komputer SETI@home. Singkat kata, informasi dan komunikasi sekarang sudah terdesentralisasi, dan masukan kapital utama dalam era ini adalah: sumberdaya komunikasi dan "computing, serta kreativitas manusia dan pengetahuan (human creativity, intuition, experience and motivation). Kelakuan sosial (social behaviour) seperti berbagi, kerjasama, dan keterpercayaan, saat ini menjadi inti kegiatan ekonomi, padahal dulunya bukan hal utama. Ekonomi seperti ini tidak lagi tersentralisasi pada perusahaan-perusahaan besar dan institusi pemerintah, malah merupakan ancaman bagi mereka. Lebih jauh lagi, "commons based production" memiliki subset yaitu "commons based peer based production" yang bercirikan kerjasama antar manusia tanpa komando managerial ataupun "price signals" dalam platform yang jamak, contohnya, Wikipedia atau juga flickr dan del.icio.us. Wikipedia adalah contoh sebuah sistem yang berjalan tanpa kontrol managerial dari atas, dan merupakan ancaman terhadap ensiklopedia tradisional seperti Brittanica.

     

Dalam konteks politik dan media massa, desentralisasi kewenangan membalik 180 derajat konsep "Pihak yang Berwenang". Selama ini, manusia lebih berperan sebagai pemirsa dan bukannya partisipan aktif dalam penyampaian informasi. Namun saat ini, manusia mulai memegang peran sebagai "users" dan "creators" informasi. Benkler memberi contoh kasus Diebold )yang tersebar di internet berkat para mahasiswa, di mana para pengacara Diebold berusaha menutupinya dalam media massa "mainstream". Benkler juga memberi contoh Congresspedia, website berbasis wiki mengenai data-data anggota Senat dan Kongres Amerika Serikat yang bebas disunting oleh siapa saja.

Rishab Ghosh: 200 Years of Collaborative Ownership

 
 

Ghosh memulai presentasinya dengan menunjukkan sejarah mesin uap. Ternyata James Watt mematenkan rancangan mesin uap miliknya, sehingga orang lain tidak dapat melakukan perbaikan terhadap mesin tersebut tanpa melanggar hak cipta. Akibatnya,inovasi mesin baru dapat berkembang puluhan tahun kemudan, setelah masa hak paten Watt berakhir.

Kerjasama seperti halnya Wikipedia bukanlah hal baru, tetapi Wikipedia terjadi dalam skala yang besar dan "unprecedented". Namun Ghosh menyangkal bahwa kesukarelaan yang terjadi dalam wikipedia sebagai sesuatu yang tanpa pamrih. Pada kenyataanya, manusia tidak pernah melakukan sesuatu tanpa pamrih. Penelitian yang dilakukan Ghosh menunjukkan bahwa kebanyakan sukarelawan mengaku bahwa mereka mendapatkan untung lebih banyak dari Wikipedia/open source daripada yang mereka berikan kepada Wikipedia/open source.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena, di dalam roda ekonomi, pengetahuan dan pemikiran dipertukarkan dengan cara yang berbeda dengan barang. Ghosh memberi contoh mengenai barter antara dua orang. Barter dilakukan karena yang bersangkutan merasa mendapat keuntungan dengan terjadinya barter tersebut, misalnya barterkentang dan ikan antara dua orang. Namun, dalam barter barang, kuantitas barang yang tertukar tidaklah terakumulasi. Menurut Ghosh, platform kerjasama wikipedia atau open source mirip dengan metafora kuali masak dalam sebuah pesta desa. Semua orang menyumbangkan barang yang mereka miliki ke dalam kuali masak tersebut, dan pulang membawa sup yang mengandung semua bahan yang disumbangkan semua orang. Nah, dalam halnya kerjasama wikipedia atau open source, semua orang menyumbangkan sedikit dari ilmu yang ia miliki, namun dia mendapatkan seluruh ilmu yang ada dalam kumpulan wikipedia ataupun open source tersebut. Pada intinya, dalam platform kerjasama, semua orang akan selalu mendapatkan untung, daripada tidak bekerjasama.

Brewster Kahle: Universal Access to All Knowledge

 

Presentasi Kahle di Wikimania menurut saya adalah presentasi terbaik yang saya dengar. Kahle berpidato dengan penuh semangat, idealisme, dan dibumbui dengan anekdot yang menarik. Kahle adalah pendiri Internet Archive, dan ia memiliki visi yang sangat tinggi, yaitu "Akses Universal menuju Seluruh Pengetahuan". Ia pun berkata, "Memasang visi yang sangat tinggi dan sulit dicapai adalah baik untuk anda".

Kahle berkata bahwa pemikiran terburuk dalam abad ke-20 adalah konsep bahwa informasi adalah properti, yang ditandai dengan dikembangkannya hukum dan peraturan hak milik Amerika Serikat pada tahun 1976.

Dalam hal nya software, upaya pengembangan yang tertutup banyak menemui kegagalan, seperti contohnya DejaNews (dijual untuk Google). Karena itu saat ini adalah bangkitnya segala upaya nirlaba. Dan mengapa berbagai upaya nirlaba dapat dipercaya? Karena mereka tidak berorientasi kepada mengambil untung. Kahle lantas mempresentasikan bagaimana membuat informasi menjadi bebas untuk semua orang yang merupakan ambisi Internet Archive yang dididirikannya.

Ia memulai dari membuat buku-buku dan teks menjadi informasi bebas. Kalau dihitung, total data perpustakaan Kongres Amerika dengan 26 juta buah buku, dapat tersimpan dalam hanya 26 terabytes data. Ongkos penyimpanan buku ini tidaklah masalah, tetapi, konversi buku menjadi digital tidak murah. Dengan menggunakan "scanner" (terbuat dari dua buah kamera digital yang diarahkan kepada buku), biaya konversi per buku adalah USD 10, tetapi cukup dengan sekali konversi, buku ini dapat dibaca berulang kali sehingga bisa balik modal. Mesin "scanner" ini juga sudah disumbangkan ke India dan Mesir (Perpustakaan Alexandria). Kapan nih Indonesia?

     

Selain menyimpan, masalah selanjutnya adalah bagaimana menyampaikan buku-buku digital itu kepada masyarakat. Selain melalui komputer, Kahle juga menunjukkan inisiatif BookMobile, yaitu mobil yang dilengkapi satelit untuk akses internet dan mesin cetak jilid untuk mencetak buku langsung di tempat. Berbeda dengan perpustakaan mobil yang hanya meminjamkan buku, BookMobile memberikan buku ke pelosok pedalaman. Kahle menunjukkan bahwa mobil ini sudah beroperasi di Amerika Serikat, India, dan Mesir. Indonesia mana?

Lantas Kahle menunjukkan upaya Internet Archive dalam mengarsipkan audio, video (moving images), software, dan situs web. Kendala yang dihadapi dalam mempublikasikan sesuatu secara gratis di internet adalah bandwidth, yang tidak gratis. Karenanya diperlukan institusi tambahan yang bertindak sebagai penyimpanan dan distributor terbuka, seperti halnya Internet Archive, yang memberikan tempat penyimpanan dan bandwidth gratis untuk orang-orang yang ingin membagi karyanya.

Konversi CD ke dalam bentuk digital hanya 10 USD per CD. Untuk konversi film, di dunia saat ini hanya ada 200 ribu film bioskop, dengan biaya 15 USD perjam video. Lantas semua siaran TV di dunia dapat dikonversi dan totalnya hanya 1 petabytes.

Tapi bagaimana dengan langkah selanjutnya? Untuk mendukung akses universal dari seluruh pengetahuan yang ada diperlukan sbb:

  • Jaringan terbuka: Distribusi konektivitas internet kepada user, contohnya di San Fransisco di mana digunakan "rooftop hoppin network". Lupakan monopoli telekomunikasi.
  • Sistem pencarian web yang terbuka dan transparan. Saat ini pencarian web dikuasai oleh perusahaan (google atau yahoo). Tapi Nutch mulai mencoba pencarian web terbuka.
  • Anonimitas dan "privacy" (apa terjemahan bahasa Indonesianya ya? Kerahasiaan). Pemerintah saat ini berusaha memantau internet. Gunakanlah TOR untuk anonimitas.
  • Hak paten terbuka: Defensive Patent License (seperti GPL untuk paten)
  • "Textbook" bebas dan terbuka: ini adalah permintaan utama dari banyak pengguna dan pembaca di dunia.
  • Tambahkan "attribution" kepada wikipedia, untuk mengetahui edisi dan siapa pengarang suatu artikel
  • Perpustakaan terbuka, yang tidak hanya menyediakan buku (digital) untuk dibaca, namun para pembacanya bisa menyertakan komentar dan anotasi pada buku tersebut.

Intinya, informasi mulai tersedia secara terbuka dan bebas. Kalau mau Indonesia bisa mulai menangkap kesempatan ini. Bagaimana supaya akses informasi diberikan kepada orang-orang yang kekurangan informasi? Menurut Kahle, Warnet akan menjadi perpustakaan generasi berikutnya, dan harus digalakkan di negara-negara berkembang.

Acara dilanjutkan dengan makan siang. Saya berjumpa dengan Travis, seorang aktivis wikipedia asal Kanada yang beristri Susan, seorang blogger yang sudah menulis buku "Blog for Dummies". Kami berdua berpendapat bahwa dengan menghadiri konferensi ini, kami semakin termotivasi untuk lebih jauh berpartisipasi di wikipedia. Konferensi ini sangat unik karena semua pesertanya adalah sukarelawan dari berbagai latarbelakang yang memiliki kecintaan besar terhadap wikipedia. Selain itu, terasa sekali iklim "egalitarian", tidak ada senioritas dan semua orang saling menghargai upaya untuk aktif di wikipedia seberapapun kecilnya itu.

Saat makan siang bersama Noe saya juga berjumpa dengan Donny Duvall, seorang aktivis wiki asal San Diego yang sempat tinggal di Jakarta (Kelapa Gading selama lima tahun).

 

Setelah itu saya bertemu dengan Jeremy Tobacman, mahasiswa Harvard yang yang sempat tinggal di Indonesia selama setahun untuk sebuah proyek World Bank. Sayang saya tidak dapat banyak berbincang dengan Jeremy.

Setelah makan siang, saya berjumpa dengan Danny Horn, pendiri Wikia Muppet. Wikia Muppet adalah salah satu Wikia terbesar, yang memiliki lebih dari 10 ribu artikel hanya dalam waktu enam bulan. Bagi komunitas Wikia, Danny adalah seorang pahlawan dan "role model". Saya tidak percaya ketika Danny berkata bahwa upaya itu mulanya hanya dari tiga orang yang sangat cinta Muppet dan setiap hari meluangkan waktu untuk menulis sedikit artikel. Saya bertanya pada Danny, bagaimana membuat komunitas Wikia menjadi aktif dan membuat orang tertarik untuk menyumbang artikel. Danny memberikan tips sederhana sebagai berikut:

  • Rajinlah mengisi artikel dalam Wikia anda untuk menunjukkan bahwa Wikia tersebut hidup dan "vibrant"
  • Saat ada orang baru, seberapa kecil partisipasinya, berikanlah pesan penyambutan sehingga orang baru merasa diterima dengan baik. Berikan pujian untuk partisipasi, seberapa kecilnya. Tawarkan bantuan meski tidak diminta. Intinya, tumbuhkanlah rasa kekeluargaan
  • Referensikan sumber artikel agar tidak terkesan bahwa artikel tersebut adalah contekan atau bajakan.

Meskipun platform wiki memudahkan seseorang untuk menyunting dan berpartisipasi, tidak berarti mendirikan wiki cukup dengan me"set-up" Halaman Utama dan lantas ditinggal. Menjaga agar sebuah wiki tetap hidup di masa awal pendiriannya perlu kerja keras: rajin menyambut anggota baru, rajin mempromosikan, rajin menulis artikel.

Lightning Talks

Meskipun terlambat akibat ngobrol dengan berbagai orang setelah makan siang, saya pergi menghadiri Lightning Talks. Namun diskusinya terlalu teknis sehingga sulit diikuti. Saya memutuskan untuk mengikuti sesi lainnya.

Michael Eisen: Open Academic Publishing

Michael Eisen adalah pendiri Perpustakaan Sains Terbuka. Eisen berkata bahwa saat ini publikasi akademis (jurnal, dsb) seperti seorang bidan yang melahirkan seorang anak, tapi lantas memiliki ijin kepemilikan terhadap anak tersebut, dan anda sebagai ibunya harus membayar lisensi kepada bidan tersebut. Untuk menghadapinya, publikasi akademis harus lebih bersifat bebas dan terbuka.

Jenny Preece: Community, Social Interaction, and Wikipedia

Preece mengatakan bahwa dalam mengembangkan sebuah komunitas, diperlukan kesamaan visi. Peserta komunitas tersebut harus konsisten dalam penggunaan sebuah identitas.

Pada dasarnya, yang dibicarakan oleh Preece sejalan dengan diskusi saya dengan Danny Horn, bahwa sebuah komunitas dapat berjalan dengan baik apabila ada penghargaan dan dukungan kepada pesertanya. Dalam kerjasama komunitas, empati adalah elemen penting, yaitu: mengetahui dan mengerti perasaan orang lain, dan merespon perasaan orang lain dengan tulus dan lembut (compassionately).

Peserta sebuah komunitas akan berhenti memberi sumbangan apabila:

  • Tidak ada "pertemuan", baik secara online maupun offline
  • Apabila peserta lain tidak bisa didefinisikan identitasnya
  • Apabila tidak ada catatan sejarah peristiwa dan kelakuan dalam komunitas tersebut

Kendala lain adalah, seringkali peserta tidak tahu bahwa dia mesti memberi sumbangan kepada komunitasnya. Untuk menghadapi ini, peserta harus aktif menghimbau peserta lain atau peserta baru untuk berpartisipasi, memberi penghargaan, menghapus aktivitas vandal, memberi dukungan dengan empati. Diluar itu, antarmuka situs komunitas haruslah jelas, konsisten, dan "user friendly".

Selesai diskusi Preece, seorang pembuat film dokumenter juga melakukan wawancara kepada beberapa aktivis wikipedia, di mana saya berkesempatan untuk berbagi sebagai wakil ibu rumah tangga (padahal saya bukan aktfis wikipedia banget).

Wikis and the News (Discussion)

Selanjutnya saya turut menyaksikan diskusi informal mengenai Wiki dalam jurnalisme berita. Kebanyakan peserta adalah profesional dari media massa sehingga sebagian besar diskusi berkisar dalam hal teknis publikasi media massa dan saya kurang familiar mengenai hal ini. Seperti halnya sesi diskusi sebelumnya, lebih banyak pertanyaan yang muncul ke permukaan daripada mencapai konsensus atau menjawab persoalan.

Selanjutnya seluruh peserta wikimania mengadiri pesta yang diadakan di MIT Museum. Museum ini sangat unik karena menyimpan banyak karya-karya mahasiswa dan dosen MIT, seperti "sculpture" yang berbentuk mesin, tayangan hologram, dan eksperimen fotografi berkecepatan tinggi. Museum ini juga menampilkan aktivitas mahasiswa MIT di dalam seni, musik, dan teater. Puncak acara adalah diadakannya lomba Web 1.0, di mana ceritanya di tahun 1998 pesertanya diharuskan untuk membuat proposal dotcom untuk mendapatkan dana terbesar dari panel investor. Proposal yang ditampilkan lucu-lucu mulai seperti penyediaan cat dinding yang sepadan dengan profil psikologis penggunanya.

     

Sayangnya saya tidak bisa tinggal hingga selesai karena harus menemani Noe di Dorm, sedangkan Baby Sitternya harus pulang jam 11 malam.
 
                     

Comments

great

what struck me most isn't about the conference itself:) but about the fact that they provided you with babysitter! that is super, super excellent. i remember your earlier entry when you brought noe along to one of your classes (or was it seminar?) in singapore. great! here, it's even tough to ask big company to provide daycare for their employees.

anyway, you sure are one tough mama! salute!!

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.