BERITA: Diusut, Renovasi Gedung KBRI di Singapura

indi's picture

Betapa menariknya apabila ada berita korupsi di surat kabar ternama yeng menceritakan perkara korupsi dalam sebuah badan pemerintah Indonesia yang berada di negara "bebas korupsi" seperti Singapura.

Baca: Diusut, Renovasi Gedung KBRI di Singapura

Diusut, Renovasi Gedung KBRI di Singapura
[JAKARTA, SUARA PEMBARUAN DAILY] Sejumlah penyidik dari Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) masih mengusut kasus dugaan korupsi renovasi Gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) dan rumah dinas staf KBRI di Singapura. Sumber Pembaruan di Kejaksaan Agung menyebutkan, kasus tersebut diduga melibatkan seorang pejabat eselon I Departemen Luar Negeri yang saat renovasi tersebut menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura.
Dia menyebutkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, belum masuk ke penyidikan. "Namun, sejumlah tim penyidik dari unsur kejaksaan dan kepolisian sudah melakukan pemeriksaan hingga ke lokasi di Singapura dan memeriksa sejumlah saksi," ujar dia.
Informasi yang dihimpun Pembaruan, kasus yang diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp 16 miliar itu terjadi pada periode 2003-2004. Dana renovasi diperoleh dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Deplu 2003.
Pemimpin Proyek itu sendiri dipimpin langsung seorang kepala bagian di KBRI berinisial ERZ. Sedangkan renovasi gedung KBRI di Singapura itu diduga dilakukan tanpa tender, melainkan dengan menunjuk langsung sebuah perusahaan di Singapura.
Sementara itu, Dirjen Multilateral Departemen Luar Negeri M Slamet Hidayat mengaku tidak mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam renovasi gedung KBRI tersebut. "Saya tidak tahu soal itu. Tetapi memang ketika renovasi saya masih sebagai dubes," ujar Slamet beberapa waktu lalu.

Mengapa Dubes bisa tidak tahu? Dan siapakah M. Slamet Hidayat yang disebut di berita diatas? Beliau adalah Mantan Dubes RI di Singapura yang pernah membicarakan dengan saya masalah biaya pembuatan paspor super mahal bagi pekerja rumah tangga di Singapore selama bulan Desember 2005. Lihat: "Different Treatment for Domestic Workers".

Comments

Akhirnya tercium juga ya,

Akhirnya tercium juga ya, moga2 bisa dijerat dan menjadi pelajaran untuk pejabat2 lain. Sebenarnya praktek2 seperti itu sudah berlangsung sejak lama, dan dilakukan juga oleh dubes2 yang lain. Mungkin yg kali ini, skalanya cukup besar, dan terenduslah.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.