Police Chief threatens to hit a Pregnant Woman in Jakarta

rani's picture

Forwarded from Tomi Satryatomo. Should I translate this into english? This is sickening

Kekerasan, arogansi, power abuse di Indonesia??? ??

Oooh...ini mah sudah tradisi!!!!

Mungkin pelaku2nya sudah gak makan nasi kayak kita2 lagi jadi merasa sah2 saja menindas, menyiksa, menghina dan menistakan kita.

Gak usah deh lihat videonya kekerasa di IPDN yang menyebabkan Praja Cliff Muntu meninggal dunia, miris..... mau tau yg barusan terjadi tadi pagi dengan dirikuw????

Perjalanan ke kantor bersama suami tadi pagi seperti biasa kehambat di Jalanan Deplu Raya Pondok Pinang arah Pondok Indah. Waktu menunjukkan jam delapan pagi.

Semua tertib ngantre, sampai tiba2 ada mobil seperti Carrens abu-abu nyodok dari sebelah kiri di bagian jalan yg mulai menyempit dan menurun.

Alhasil kena deh bemper belakang mobil kreditan disrempet. Suami memutuskan untuk minta pertanggungan jawab pengemudi mobil Carrens abu-abu tersebut. Setelah sama2 minggir, dengan arogannya si pengemudi ngomong: "Masukin aja ke bengkel, berapapun biayanya saya ganti", sambil mau ngeloyor pergi...

Lho?!....terus, mau minta ganti ke siapa dan kemana neh?

Nunggu suami masih bengong gitu, ya sudah saya inisiatif minta data2 si pengemudi seperti nama atau KTP atau nomor telpon yang bisa dihubungi dan dapat dijadikan sebagai bukti pertangungan- jawab dia.

Eh, ndhilalah direspon si pengemudi dengan lebih arogannya dan nada suara yang lebih keras dari sebelumnya bahwa dia adalah KOMBES POLISI Muh....(saat menyebutkan namanya nada suaranya jadi lebih pelan seperti bergumam) dan menyebutkan nomor Hpnya dengan nada suara lebih lirih lagi.

Suami cuma sempat mencatat nomor HPnya dan kita berdua gak ada yang ingat dia menyebutkan namanya siapa karena setelah itu si oknum KOMBES POLISI itu benar2 ngeloyor balik ke mobilnya.

Duh Gusti, saya pikir edan neh oknum KOMBES POLISI. Dia yang salah, boro2 minta maaf malah dia yang lebih galak dan kasar, dan jadi gak jelas begini. Saya bilang ke dia: "Bapak, ngaku2 KOMBES POLISI tapi nyetir mobil sembarangan dan gak nyontohin yang bener ke masyarakat".

Eeeh..ternyata omongan saya tambah menyulut arogansi dan semakin membuat dia bebas melaksanakan power abusenya ke saya.

Dia samperin lagi saya sambil posisi tangan kirinya mau merengkuh baju saya di bagian dada dan tangan kanannya sudah diangkat tinggi2 siap menonjok muka saya sambil bilang: "Ngomong apa kamu?!!!"

Hegh????!!!

Suami saya berusaha melerai kami sambil bilang: "Pak, Pak, sabar, istri saya lagi hamil, Pak".

Tapi rupanya si oknum KOMBES POLISI itu sudah kerasukan setan malah bilang: "Saya gak peduli!!!... Gak saya ganti rugi sekalian!!!" sambil terus berusaha menonjok saya.

Saya sudah pasrah dan pasang badan bilang ke oknum KOMBES POLISI itu: "Hayo, Pak pukul saja, biar enak saya nuntut Bapaknya ke Komdak nanti...kalau Bapak benar2 gentleman, masa beraninya cuma sama perempuan?!"

Dunia memang sudah edan, dia malah nantangin saya: "Silahkan saja!" Tapi sambil balik badan dan terus sumpah serapah yang kami tidak dapat mendengarnya secara jelas, ngeloyor ke mobilnya dan menancap gas pergi dari TKP.

Astaghfirullah al'adziim... ..mungkin pada saat kejadian dia kebelet buang air besar terus jadi bantet gara2 harus berususan dengan perempuan hamil yang cuma minta pertanggungan- jawab dan permohonam maaf dari kelakuannya yang gak ada pantes2nya sebagai KOMBES POLISI....oleh karena itu dia sah-sah saja bersikap arogan, power abuse, menghinakan dan menistakan saya sedemikian rupa dipingir jalanan macet begitu.... :-(

Melanjutkan perjalanan ke kantor, saya minta suami untuk coba menghubungi no HP yang diberikan oknum KOMBES POLISI itu dan

Alhamdulillah ternyata yang bersangkutan memberikan nomor HP dengan benar (dan juga Insya Alah memberikan nama yang benar). Kami jadi tau bahwa dia adalah:

KOMBES POLISI Muhammad Siri Mahmud

Pengemudi mobil seperti Carrens warna abu-abu dengan No. Pol. B 8273 BR

HP No. 0813 183 75 848

Inilah negaraku dan inilah bangsaku.... Slogan-slogan lip service dari POLRI silahkan ditelan lagi sendiri oleh oknum-oknum polisi seperti KOMBES POLISI Muhamad Siri Mahmud itu.

Hati-hati berususan dengan oknum petugas polisi yang bernama KOMBES POLISI Muhamad Siri Mahmud, yang seharusnya jadi teladan dan pengayom rakyat...Saya sarankan, kita yang waras dan beradab lebih baik mengalah saja....

Buat Bapak KOMBES POLISI Muhamad Siri Mahmud, terserah Bapak mau bertanggung- jawab atau tidak mengganti biaya kerusakan mobil kreditan saya yang disrempet mobil Bapak karena Bapak tetap tidak mau memberitahukan kemana saya dan suami saya harus mengantarkan kwitansi biaya perbaikan mobil tersebut, yang pasti Bapak yang sebenarnya sudah menghinakan dan menistakan diri Bapak sendiri di depan orang banyak dan Bapak berhutang permohonan maaf kepada saya.

Faithfully Yours,

Ms. Jeannie Kiagoes
Free Trade Agreements Cluster
Bureau for Economic Integration and Finance
ASEAN Secretariat
70A, Jalan Sisingamangaraja
Jakarta 12110 - Indonesia


Follow up investigation by mbot

Hari ini, gue dapet e-mail forward-an dari seorang temen dengan subject "Kualitas Polisi Indonesia". Gue baca selintas, isinya tentang pengalaman seorang cewek yang ribut di jalanan sama seorang polisi gara2 mobil serempetan. Topik yang cukup sering beredar di kancah perforward-an, jadi awalnya gue nggak terlalu tertarik.

Tapi minat gue jadi sedikit terbangkitkan waktu gue liat di bagian bawah e-mail ada signature nama lengkap, alamat kantor dan nomor telepon si penulis. Pikir gue, kalo identitasnya lengkap gini minimal gue bisa cross-check sama yang bersangkutan, apa bener ini kisah nyata atau sekedar hoax.

Isi lengkap e-mail yang cukup panjang itu bisa lo baca di sini, tapi kurang lebih ringkasannya adalah:

Tanggal 8 Mei kemarin, penulis e-mail yang bernama Jeannie Kiagoes lagi berangkat ke kantor naik mobil bareng suaminya. Di daerah Deplu Raya Pondok Pinang, mobil mereka ditabrak dari kiri oleh sebuah mobil Carens warna abu-abu dengan nomor polisi B 8273 BR. Jeannie dan suaminya turun, berhadapan dengan pengemudi Carens yang mengumumkan dirinya adalah seorang KOMBES Polisi (setingkat Kolonel) dan menyatakan akan mengganti kerusakan - tanpa meminta maaf. Jeannie lantas nyeletuk, "Bapak, ngaku2 KOMBES POLISI tapi nyetir mobil sembarangan dan gak nyontohin yang bener ke masyarakat". Bapak yang mengaku Kombes tadi marah mendengar perkataan itu dan menunjukkan sikap akan memukul Jeannie. Suami Jeannie melerai sambil mengatakan bahwa istrinya adalah perempuan dan sedang hamil pula. Setelah kejadian tersebut, "pak Kombes" cabut tapi tak lupa meninggalkan nama dan nomor HP-nya.

Di email yang gue terima, ditulis dengan jelas bahwa pengemudi Carens tersebut mengaku bernama Kombes Muhammad Siri Mahmud, dengan nomor telepon 0813 183 75 848. Sedangkan identitas Jeannie juga tertulis jelas di signaturenya yaitu

Ms. Jeannie Kiagoes
Free Trade Agreements Cluster
Bureau for Economic Integration and Finance
ASEAN Secretariat
70A, Jalan Sisingamangaraja
Jakarta 12110 - Indonesia

Sebagai orang yang sempet punya cita-cita jadi wartawan tapi belum kesampean, rasa penasaran gue mulai timbul. Bener nggak sih kisah yang diceritain di email ini? Bisa aja ini cuma propaganda seseorang yang ingin mendiskreditkan polisi, ATAU ulah iseng seorang temen Jeannie yang ingin bikin temennya kerepotan nerima telepon / email gelap.

Maka gue angkat telepon, dan pertama-tama gue hubungi Jeannie di nomor yang tercantum di signaturenya. Automatic greeting yang menyambut gue mengkonfirmasikan bahwa nomer yang gue hubungi memang betul kantornya ASEAN. Gue tekan nomor extension, dan akhirnya terhubung dengan Jeannie Kiagoes sendiri.

Lewat telepon, Jeannie membenarkan bahwa dialah yang menulis email itu dan kejadian yang diceritakannya bener-bener terjadi. Dia cuma mengirimkannya ke beberapa orang temen plus milis yang dia ikuti, tapi nggak nyangka bahwa ternyata e-mail itu nyebar ke mana2 (jadi inget kasus pengokot). Setelah menanyakan alamat e-mail gue, Jeannie lantas memforwardkan sebuah e-mail yang berisi tanggapan teman-temannya atas peristiwa tersebut.

Yang menarik adalah; di email yang diforwardkan oleh Jeannie ini ada tanggapan dari Bapak Benyamin Selawah, Divisi Telematika InterPol yang menyatakan bahwa TIDAK ADA KOMBES BERNAMA MUHAMMAD SIRI MAHMUD DI DATABASE KEPOLISIAN! Sebaliknya, di bagian lain dari e-mail itu juga ada 'laporan' beberapa orang teman Jeannie yang mencoba menghubungi Pak Muhammad Siri ini dan menerima pengakuan dari ybs bahwa dia memang betul seorang Kombes Polisi, pernah bertugas di Sulawesi dan sekarang bertugas di Badan Narkotika Nasional.

Nah lo, mana yang betul nih? Jadi makin penasaran deh gue. Tadinya gue mau langsung menghubungi Pak Muhammad Siri ini dari telepon kantor, tapi takutnya tau-tau telepon gue dilacak trus kantor gue disangkutpautkan dengan 'tindakan menghina aparat negara' kan repot. Sedangkan mau gue telepon dari HP gue sendiri, resikonya kalo ternyata si Pak Muhammad Siri ini bertindak aneh dan meneror HP gue, kan males juga.

Awalnya gue mencoba melupakan urusan aneh ini, tapi kok ya penasaran juga. Akhirnya tau nggak... gue memutuskan untuk beli kartu perdana Simpati, KHUSUS untuk nelepon si Pak Muhammad Siri ini! Hehehehe... temen-temen gue sampe pada heran, "lo tuh iseng banget, tau nggak sih?" Bukan, ini bukan iseng. Ini naluri jurnalistik!

Rekaman lengkap pembicaraan gue dengan Pak Muhammad Siri bisa didownload dari attachment posting ini, ukurannya 1.6 MB dalam format wma, durasinya 7 menit. Gue rekam pake MP3 player yang didekatkan sama HP yang disetel pake loudspeaker, jadi lumayan banyak distorsi sinyal di situ, tapi mudah-mudahan dialognya cukup terdengar jelas. Dengan pe-denya gue memperkenalkan diri sebagai, "Agung dari website mbot-multiply.com" - jadi kedengerannya seperti reporter dari Detik.com or something, hihihihi...

Intinya, Pak Muhammad Siri membenarkan bahwa udah terjadi insiden lalu lintas dengan Jeannie, tapi dia membantah udah menabrak - melainkan hanya 'serempetan sedikit'. Dia merasa udah menawarkan ganti rugi, tapi malah menerima penghinaan dari Jeannie. Karena penghinaan Jeannie telah menghina polisi dan tindakan itu adalah tindakan yang "tidak benar".

Pak Muhammad Siri membantah akan memukul Jeannie, dan juga ketika gue tanya pendapatnya tentang pernyataan Benyamin Selawah bahwa nggak ada kombes bernama Muhammad Siri, tanggapannya adalah, "Jangan dimain-mainkan! Anda punya kenalan polisi atau tidak?" (Lho, apa hubungannya pak?)

Pak Muhammad Siri juga 'menantang' dirinya tidak takut bila urusan ini dibawa ke Kapolri atau SBY sekalipun, dirinya terbuka untuk didatangi bila hendak menyelesaikan urusan ini. Denger dia ngomong gitu ya sekalian aja gue tanya, "Kalo gitu boleh tau alamat rumah bapak?" Eh, dia nggak mau ngasih, heheheh...

Ditanya soal di mana kantor tempat bertugasnya sebagai polisi, dia juga menolak untuk menjawab, sebab "Saya ini orangnya tertutup..." Lah, tadi katanya terbuka, pak...

Sayangnya, berhubung kartu perdana gue cuma punya pulsa 10 ribu, maka pembicaraan mendadak terputus gara2 pulsa abis. Pertanyaannya sekarang adalah:

  1. Jadi, Pak Muhammad Siri ini polisi betulan atau bukan?
  2. Kalau ya, kenapa Pak Benyamin Selawah menyatakan nggak ada kombes bernama Muhammad Siri? Apakah databasenya nggak lengkap? Apakah dia hanya search di kalangan para Kombes sementara Pak Muhammad Siri sebenernya bukan Kombes tapi sekedar mengaku-ngaku Kombes? (jangan-jangan cuma Ajun Brigadir Polisi Dua, gitu). Atau, apakah sekedar melindungi identitas sesama polisi dari aib? (kalo yang ini yang terjadi, sayang sekali, efeknya justru sebaliknya).

Gue teringat sama salah satu reply di email Jeannie yang ke dua, yang menginformasikan bahwa Pak Muhammad Siri ini sekarang bertugas di Badan Narkotika Nasional. Gue lantas nyoba nyari nomor telepon BNN, antara lain dengan nanya ke SMS polisi 1717 dan nelepon 108, tapi nggak ada satupun nomer yang nyambung ke sana. Ada yang punya kenalan di BNN, sekedar untuk mengkonfirmasi apa memang betul Pak Muhammad Siri ini bertugas di sana?

Anyway, pesan moralnya adalah: hari gini, di jaman internet gini, main gertak dengan bawa-bawa nama besar kepolisian untuk menyelesaikan urusan serempetan di jalan adalah tindakan yang tidak bijaksana.

Comments

arogansi

what the heck is AROGANSI?

google time

Thx to google, I found :

http://www.bnn.go.id/konten.php?nama=KegiatanLitbang&op=detail_kegiatan_...

quote:
VisionNet Semarang, Ketua Tim Sosialisasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Drs. Siri Mahmud mengatakan, Indonesia bukan lagi konsumen, tetapi sudah menjadi produsen narkoba di dunia.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.